Selasa, 22 Oktober 2013

Siapakah Engkau Gerangan ?


Bergemetar , jantung ini seakan memompa darah keseluruh tubuh dengan lebih cepat .
Aku fikir ada sesuatu yang salah , ternyata tidak ! hanya perkiraan ku saja yang salah .
Aku hanya saja terpesona pada indah wajahnya , manis senyumnya , terlihat begitu hangat dari setiap canda tawanya hingga melumpuhkan kalbu ini , membeku !
Lemas nya tubuhku semakin tak berdaya layaknya pohon lapuk yang tak berpenopang , hingga pasrah di terjang badai menunggu ajal dari sang Maha Khaliq .
Siapakah engkau gerangan ? Andaikan saja waktu berpihak kepadaku , andaikan saja ada kesempatan untuk lebih mengenalmu ?
Entahlah , tak bisa kupastikan saat itu ..
Saat kita saling kontak mata ,hati lahir diantara relung jiwa untuk pertama kalinya.
Malam-malam mulai ku lalui dengan indahnya senyummu , hingga berharap bertemu hanya dalam mimpi . Hingga kusebutkan namamu untuk penghantar tidurku dan teriring baris senyum lebar yang merekah .
Aku terpaku pada sesosok pria di skampusku , belum sempat ku berbincang lebih lama dengan nya , belum sempat ku tahui siapakah dirinya ,
hanya sepenggal nama dirinya yang kupunya . itupun kudapatkan setelah aku bertanya pada teman akrabnya ..
Sepintas aku menghela nafas , sesembari panjatkan Do’a pada Sang Maha Kuasa .

“Tuhan ..
Tolong ijinkan kembali hati ini menyapa cinta . amiiinn
Hati yang tadinya mati suri kini telah kembali , hanya dengan se’onggok daging yang memiliki sejuta pesona indah itu .
Aku kira aku sudah tak dapat lagi merasakan ini , merasakan semerbak wewangian bunga yang harum merekah tumbuh di dalam dada .
Jatuh Cinta ?
yaaa apakah aku jatuh cinta ? pertanyaan itu kini menghujam jantungku .
Sudah begitu lama rasanya aku tak bisa merasakan hal ini , dengan demikian aku bagai remaja yang baru merasakan indahnya jatuh cinta .

Hari demi hari ku lalui , hingga saat nya tiba waktu di mana aku harus pergi untuk kuliah. Itu tandanya harapanku akan segera nyata untuk bisa kembali bertemu dengan dia .
Dengan semangat yang menggebu-gebu di temani dengan hati yang begitu bahagia ku sambut hari itu , ku sambut dengan rasa penuh harap .
Selama perjalanan menuju kampus hatiku berdebar begitu kencang , sontak ku mencoba menenangkan diriku ..
Ku dengarkan musik melalui handsat yang sudah terpasang sebelumnya , alhmdulillah Sholawat ini menenangkan kalbu ..
Gedung kampus empat lantai itupun belum terlihat , karna tertutupi dengan gedung-gedung pencakar langit lainya yang berdiri bersaing kokoh .
Hari ini naik angkutan umum , jadi memang harus berjalan terlebih dahulu untuk mencapai kampus . 
Memang tidak begitu jauh , namun yang membuat ku cukup merasa tidak nyaman adalah ketika melewati kampus tetangga . 
Banyak sekali para mahasiswa yang hanya sekedar duduk-duduk di depan kampus sesembari tertawa berbahak-bahak , isengnya celotehan dari ucapan mereka memang tak pernah ku pedulikan .

Setelah butuh beberapa menit tibalah di kampus tercinta . Setibanya di kampus aku langsung menaiki tangga karna kelas ku berada di lantai empat .
Dan ..
di lantai dua aku melihat dia  , dia di depan perpustakaan kampus sedang memakai sepatu sambil menggigit pulpen di mulutnya . Tiba-tiba mata itu menuju ke arahku !
Dia senyum , sudah kupastikan itu senyuman termanis yang pernah aku lihat asli tanpa pemanis buatan .lesung pipit ( lubang di pipi ) nya memperkuat daya tarik kaum hawa . 
Bisa jadi seperti itu . Untukku ? aku refleks menengok ke belakangku , yang ku takut bukan denganku dia senyum .

Mimpi apa aku semalam , fikirku heran ! apa yang sedang terjadi padaku . bukan kah biasa hanya mendapatkan seyuman , itu hanya sekedar tata kerama bukan ? atau ...entahlah . ku singkirkan opini itu .
Senang bukan kepalang masih terbayang-bayang muka dikau . Senyumku pun sudah sering terlihat kembali itu di perkuat oleh ungkapan teman sekelasku yang berkometar untukku .
Aku malu , sesunggungnya hati ingin sekali mencari tahu lebih jauh tentang dirinya . Tapi apalah daya rasa maluku mampu mengalahkan rasa ke ingin tahuanku .
Biarlah jika waktunya tiba aku pasti akan mendapatkan kesempatan itu , gumamku dalam hati sebagai obat pelipur lara .

Alam pun telah menunjukan tanda akan memasuki waktu gelap , panggilan sholat sudah menggema , suara adzan menandakan seruan-Nya telah di perdengarkan itu tandanya semua kegiatan haruslah di hentikan sejenak untuk bergerak melakukan sholat Magrib .
Aku bergegas untuk menunaikan sholat terlebih dulu ketimbangng mengisi perutku , memang belum terlalu lapar rasanya aku ingin cepat-cepat mengadu pada Robbku .
Tak kusangka , ternyata yang menjadi Imam sholat Magrib itu adalah dia .
“Subhanallah .. degap jantungku kembali berirama ketika aku mendengar lantunan ayat suci yang keluar dari pita suaranya . Sungguh merdu ..
Sholatku begitu terasa khusyuk , damai bagaikan embun pagi yang menyejukan . 
Aku sungguh menikmati dari setiap rangkaian sholatku , ritual religiku  . Lembut sekali suaranya hingga aku terbawa dalam alunannya . 
Sampai sholat tiga rokaat itu berakhir dengan indah hingga bisa meneteskan air mata memahami maknanya .
Siapakah engkau gerangan ? aku bertanya-tanya lagi . kucoba tanyakan pada diri sendiri ..layaknya bertanya pada rumput yang yang bergoyang . Tak ada jawabannya .
Mata kuliah berlalu tak terasa begitu cepat mengharuskan aku untuk kembali pulang ke rumah , tak seperti biasanya aku begitu merindukan rumah . Namun malam ini seperti ada yang menahanku untuk beranjak pulang . 
Mata mencari-cari keberadan nya , di mana dia ? tiba-tiba saja dia menghilang tak tertangkap oleh mata . Cepat sekali di beranjak pergi .
Hingga sampai kuputuskan untuk segera pulang saja meninggalkan kampus . 
Sudahlah , besok kan masih ada kelas setidaknya masih bisa bertemunya besok .
Di rumah aku sempat membuatkan catatan kecil semacam kata-kata ungkapan hati bertemakan dia , menurutku menulislah yang membuat ku merasa bisa menghilangkan separuh beban fikiran yang yang terpendam tak terkongkritkan .
“Duhai malam , langitmu tampak indah malam ini, seperti indahnya dia memberikan senyuman untukku “
“Duhai bintang , kau tampak bersinar terang bagaikan dia yang bercahaya di hatiku “
“Duhai angin malam , maukah enggkau sampaikan salam ku untuk dia yang kini aku rindu “
“Duhai Eng-Kau yang maha mengetahui segala sesuatu isi hati , maukah Kau memberi tahuku bagaimana hatinya ? “
Hingga kini aku belum paham siapakah dirinya , bukan aku tak mau mencari tahu tentang dia , namun apakah pantas aku seorang wanita terlalu aktif  mencari info tentang laki-laki yang di kaguminya ? sudahlah ini semua hanya sebatas asa kekagumanku untuknya .
Berlarutnya waktu aku masih saja hidup dengan rasa penasaranku tentang nya , rasa nya ingin sekali aku katakan bahwa aku disini pemujamu .
 Walau senyum itu ku tau telah menjadi milikku tapi belum sepenuhnya dia tahu aku mangaguminya .
Hingga suatu ketika aku melihat dia di depan pagar kampus berdiri menunggu seseorang layaknya , aku mencoba menelisik untuk mendapatkan jawaban , siapakah yang ia tunggu  ? 
dan untuk waktu yang singkat hatiku hancur seketika bersamaan munculnya sesosok wanita anggun nan cantik berbalut jilbab merah yang menghampirinya .
 Rasanya aku telah salah menggantungkan harapan ini . Dia telah punya kekasih . Itu fikirku . Hatiku bimbang menjadi tak menentu memikirkan ini semua , kufikir aku telah bisa menemukan pengganti masa lalu ku , kufikir cinta yang ku sapa itu benar adanya . 
Ternyata ini memang salah  salah menduga atau aku nya saja yang terlalu berlebihan dalam mengasumsikannya .
Rasa sakit yang ku rasa ketika aku perjuangkan perasaan ini hanya sementara , aku yakin hal ini akan berlalu hanya semenit , sedetik , sejam , sebulan  ataupun setahun .
Namun sepenuhnya aku menyadari , rasa sakit itu akan kurasakan selamanya andai aku menyerah sekarang dalam memperjuangkan rasa dan memenangkan hatimu .
Usahaku , do’aku ternyata di dengar-Nya ..
Setelah beberapa waktu lalu aku sempat kecewa , namun akhirnya berbeda . Kini aku di pertemukan kembali dengan dia dalam satu forum diskusi antar mahasiswa 1 sampai dengan 7 .
 Dia duduk tepat sekali sejajar di hadapanku , karna waktu itu forum berbentuk lingkaran . Pembawaan yang misterius itu sungguh sulit di tebak . Aku bahkan tak pernah menduga-duga jikalu dia akan menegurku malam itu . walau dia hanya menanyakan jadwal pertemuan forum untuk selanjutnya . 
Dengan demikian sudah ada peningkatan komunikasi diantara aku dengan dia . Kami berbincang cukup lama , hingga aku mendapatkan nomor ponselnya .
Dari sejak itu aku sering mengirim pesan singkat berisikan jadwal pertemuan forum kepadanya , dan sesekali aku mengirimi dia kata-kata yang aku buat sendiri memang khusus untuknya . 
Tak di sangka pesan ku mendapatkan sambutan yang baik , bahkan dia membalas kata-kata buatan ku dengan kata-kata buatan dia . Ternyata dia suka syair puisi juga , ternyata dia cukup pandai juga merangkai kata-kata . Memang tak seindah ayat ujarnya , tapi cukup membuat kekagumanku bertambah porsi . 
Aku jadi semakin penasaran ingin mengetahui tentang dia lebih jauh dari ini .

Bergulirnya waktu bersamaan dengan semakin tambah akrabnya aku dengan dia , ku lewati hari-hari ketika berada di kampus bersamnya , bahkan selalu ada dia akhir-akhir ini . 
semngat kuliahku pun semakin bertambah , senyumkupun semakin terlihat mempesona , itu semua karna dia , indah karena dia , semakin dekat aku dengan dia . semakin sering waktu yang ku habiskan dengan nya , usai pulang kuliah pun masih bertemakan dia di dalam jiwa . 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar