Kamis, 21 Maret 2013

“PENGHANTAR MENUJU RUMAH ALLAH “





“PENGHANTAR MENUJU RUMAH ALLAH “

Sekitar tiga tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2009 , aku pulang  kembali untuk ketanah air . Selesai menunaikan ibadah Haji yang begitu aku Damba-dambakan dan sangat ku impikan sejak aku berumur 18 tahun . dengan usaha kerja keras ku dan hanya dari hasil keringatku yang halal lagi toyibah aku mengumpulkan uang sedikit demisedikit menyisihkan untuk impianku naik haji dan mencium semerbak wewangian dari  Baitullah ( Ka’bah ) dan melaksanakan ibadah dengan sungguh-sungguh di rumah Suci Allah . Kedua orang tua ku sudah lama meninggalkan aku sejak aku kecil aku hidup sebatang kara , saudara-saudaraku jauh meraka merantau ke desa-desa untuk memperbaiki taraf kehidupan . Aku tinggal di gubuk peninggalan orang tuaku di daerah Mangga Besar , namun begitu aku sangat mencintai rumahku , karna di dalamnya tersimpan begitu banyak kenangan yang selalu mengingatkan aku untuk tidak lupa mengumandangkan doa-doa dan sejuta harapan untuknya . Aku begitu merindukan kedua orang tuaku , aku sangat merindukan hangatnya belaian kasih sayang dari mereka .
Air mataku berderai seiring dengan tangis sedu ketika menatap foto-foto yang terpajang pada dinding-dinding rumahku , aku sangat merindukanmu ayah ,ibu ..
termenung dalam lamunanku , ingin ku capai asa ku untuk bertemu denganmu , seandai engakau masih menemaniku di waktu ini ingin rasanya aku bercerita tentang sejuta harapan dan impianku itu padamu . kudekap tubuhmu merajut senda gurau untuk menghiburmu , dalam setiap langkahku itu pastilah ku menyimpan segala nasihatmu untuk melanjutkan hidupku . Sesungguhnya jika kedua orang tuaku masih berada di dunia ini aku sangat ingin memberi hadiah Naik Haji untuknya . Namun apalah daya aku hanya bisa terus berdoa untuk ketenangan mereka di alam sana .
Aku gunakan waktu demi waktuku untuk terus berusaha maju dan bekerja keras untuk mengumpulkan pundi-pundi uang agar aku dapat menunaikan ibadah Haji . Tak kusangka tabunganku di sebuah bank sudah cukup banyak , itupun aku menunggunya dari tahun ketahun untuk terus berikhtiar agar dapat  mengunjungi rumah indah mu ya Allah , “saldo di tabunganku apakah sudah cukup untuk membiayai diriku Naik haji “?  Ku tanyakan pada pihak bagian bank ..
Alhmdulillah ternyata Allah memang mengizinkan aku untuk mengunjungi rumah-Nya , dengan segeralah aku mengurus segala perlengkapan yang di butuhkan . setelah semuanya selesai , tanggal keberangkatan Haji pun sudah di depan mata , tak sabar ku menantikannya . Sesampainya di baitullah aku langsung sujud syukur atas segala ketakjubanku untuk apa yang telah dia karuniakan mengizinkan aku melihat keindahan rumahnya . untuk segala keselamatan yang dia limpahkan untukku . Air mataku berderai , Air mata itu membasahi pipiku terasa sangat dingin , sungguh dingin ! .
Cuaca hari itu cukup panas , sang mentari bersinar sehingga menghangatkan punggungku . subhanallah ini adalah suatu berkah yang berlimpah kuterima . berlanjut untuk mengikuti segala peraturan dan proses nya menunaikan ibadah haji , di sana kuperbanyak sholat-sholat sunahku , dan ketika aku akan mengitari hajar aswat  aku brdoa untuk kedua orang tuaku ,  ku lantunkan doa-doa hanya untuk mereka , dan aku sangat ingin bertemu mereka , aku sangat merindukan nya , dalam doaku “ ya Allah jika eng-Kau mengizinkan maka izinkanlah aku untuk bertemu kedua orang tuaku dan menatap wajah nya ingin sekali aku merasakan belain tangannya pada kepalaku” amiiinnn ..
Aku lanjutkan mengitari hajar ashwatnay , dan pada putaran ketiga “Subhanallah “ Allah mengabulkan Do’a ku , aku bertemu kedua orang tuaku mereka menyapaku dengan bahasa
kasih yang begitu lembut lagi menghangatkan , tak terbendung lagi air mata ini mengalir deras ingin rasanya kupeluk mereka , tidak kusangka saat aku memejamkan mata dan kubuka mata ini yang seedang berlinang air mata perlahan demi perlahan berharap yang kulihat bukanlah hanya halusinasiku semata , dan dengan seketika terasa ada yang memeluku begitu erat , kubuka mata aku telah berada pada pelukan dua insan manusia yang menyerupai wujud ayah dan ibuku , takuasa aku berdiri , lemas pada lututku rasanya lutut itu ingin terlepas dari persendian karena begitu takjub dengan apa yang aku alami , mereka benar mengusapkan tangan mereka pada kepalaku dengan lembut dan penuh kasih sayang , rasanya aku ingin terus berada pada pelukan itu , dan hingga kini masih terasa kehangatannya , masih dapat kucium aroma kain ihromnya semerbak wangi bunga melati yang masih segar merekah . Sayangnya itu terjadi tidak lama saat aku memalingkan kepalaku untuk melihat rombonganku aku tersontak kaget !! sesosok itu telah pergi dan tak tampak hingga tak terlihat lagi . Aku bergegas untuk mencari rombonganku dan melanjutkan hajar ashwatku .
            Keesokan harinya di saat aku ingin menjalani proses haji yang lainnya , perutku terasa sangat lapar , namun persediaan makanan ku tertinggal di tempat penginapanku , aku tidak membawa uang sama sekali , aku terus berjalan walau sedikit lemas dan tertatih langkahku  , seorang yang mempunyai tubuh besar lagi tinggi postur tubuhnya berdiri di sampingku tidak kusangka dia memberiku roti dan persediaan air minumnya untukku , aku tidak mengenalnya namun dia begitu baik padaku , dan terherannya tanpa aku berkata-kata seolah dia mengetahui apa yang sedang aku rasakan , subhanallah.. tidaklah lupa aku terus bersujud syukur dan terus bersyukur atas segala yang telah Allah berikan padaku . aku teringat pada saat di tanah air aku sempat memberi makan anak jalanan  pada beberapa waktu yang lalu sebelum akun menunaikan ibadah haji ini .  Jika aku telah kembali ketanah air aku akan terus saling berbagi dari segala apa yang aku nikmati , ujarku mengucapkan janji di rumah Allah . Alhmdulillah keberadaanku di tanah suci begitu banyak pelajaran yang dapat bermanfaat dalam hidupku dan menambah rasa ke-Imananku terhadapnya untuk tetap menjalankan perintahnya tepat waktu .
Setelah Kepulanganku dari Baitullah seminggu yang lalu , dan subhanallah saat malam hari Bpk .H. Saefudin datang mengunjungiku dan beliau memintaku untuk membantunya mengurus sebuah Yayasan Pesantren yang saat ini di pimpinnya , beliau adlah guru ngajiku sampai saat ini , aku begitu bahagia mendpatkan amanah sebuah kepercayaan untun bergabung dalam organisasi yayasan yang begitu ingin aku belajar saat umurku 19 th yang lalu . Dan kini aku tidaklah lagi seoarang diri , hidupku kini begitu penuh warna dan cerita , tak kurasakan lagi apa itu kesunyian di saat aku terlelah pulang bekerja dan menangis saat mengingat almarhum kedua orang tuaku . Aku kini sudah tinggal di yayasan milik pak Haji dan membantu beliau mengajar dan mengatur segala keuangan yayasan tercinta ini .


KESIMPULAN
Bapak Haji Jamal adalah seorang yang gigih dalam mewujudkan impiannya , dari masa mudanya ia bekerja keras dan terus berikhtiar untuk mencapi sebuah keberhasilan . Doa-doa yang begitu cepat di ijabah tidaklah luput dari segala kejujuran dan segala amalan baik yang ia kerjakan dengan sungguh-sungguh . ketika beliau merindukan kedua orang tuanya maka Allah tunjukan segala kekuasaannya yang begitu maha sempurna , maka dari itu teruslah kita berdoa dan berikhtiar untuk menuju hidup yang takan sia-sia dan bermanfaaaat lagi menjadi suatu panutan untuk orang banyak . Haji Jamal dengan kesederhanaannya dan kedermawanannya untuk selalu memberikan nikmat yang dia rasakan lagi tak luput dari segala syukur yang ercurah dari lantunan doa-doanya .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar