Rabu, 27 Maret 2013

KISAH HIKMAH


SANG RAJA DAN SAHABAT  TERBAIKNYA

Ada seorang raja yang setiap pergi berburu selalu ditemani oleh seorang sahabatnya yang terkenal dengan ketaqwaannya.

Tiap kali Sang Raja menemui sesuatu yang tidak mengenakkan, sahabatnya selalu berkata, “Semoga itu yang terbaik, insya ALLAH.”

Kata-kata ini selalu diulangnya pada setiap kejadian yang secara dzahir adalah kejadian buruk.

Pernah suatu hari, saat Sang Raja berburu bersama sahabatnya, ditemani oleh pengawalnya, jari Sang Raja terkena tombak dan terpotong. Darahpun mengucur. Lantas sahabatnya berkata, “Semoga itu yang terbaik, insya ALLAH.

Sang Raja pun marah mendengar jawaban dari sahabatnya dan memerintahkan pengawalnya un
țuk memenjarakannya.

“Apa yang dikatakannya saat kalian menutup pintu penjara?” Tanya Sang Raja kepada pengawalnya.

Ia hanya mengatakan, “Semoga ini yang terbaik, insya ALLAH,” jawab Sang pengawal.

Suatu ketika Sang Raja pergi berburu tanpa ditemani oleh sahabatnya. Ia pun tersesat di hutan. Kebetulan di hutan itu ada sekelompok suku yang menyembah kepada benda mati. Tiap tahun mereka mencari mangsa untuk dipersembahkan kepada sesembahannya. 

Dan ditangkaplah Sang Raja tersebut. Namun, pada saat Sang Raja diperiksa didapati bahwa jarinya tidak lengkap. Mereka pun menolak mengorbankannya, sebab korban harus dalam kondisi yang sempurna.

Sang Raja lalu dilepas dan ia kembali ke istananya. Akhirnya, Sang Raja menyadari kebenaran apa yang telah diucapkan sahabatnya. Sahabatnya pun dikeluarkan dari penjara.

Sang Raja kemudian bertanya kepada sahabatnya, “Ketika engkau mengatakan, semoga itu yang terbaik, insya ALLAH pada saat jariku terpotong, aku menyadari bahwa kebaikan itu adalah aku tidak jadi disembelih un
țuk dijadikan sesembahan karena fisikku tidak sempurna.”

Sekarang aku balik bertanya, “Di saat engkau dalam penjara, apakah kebaikan itu?”

Sahabatnya pun menjawab, “Andaikata pada saat itu saya bersamamu, maka mereka akan menyembelihku sebagai penggantimu. Itulah yang terbaik buat saya, kenapa saya mengatakan SEMOGA INI YANG TERBAIK, INSYA ALLAH daripada harus marah-marah, mengoceh, mengeluh dan menyumpah atau mengatakan kata-kata buruk lainnnya." 

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu amat baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui” (Al-Baqarah : 216).

2 komentar: